PesanKue: Platform Kerja Sambilan Buat Kue

Ini bukan ide baru. Bisnis pesan kue sudah ramai terjadi secara lepas-lepas di media sosial. Pengiriman ke customer juga dilakukan beragam sesuai sikon di lapangan. Bisnis berbasis pesanan seperti jadi lebih fleksibel bagi pembuat kue yang bermodal kecil. Produk hanya dibuat jika ada pesanan yang pasti. Begitu banyak individu yang bisa menaikkan taraf ekonominya dengan bisnis seperti ini. Lalu mengapa tidak dijadikan besar sekalian dengan membangun platform yang me-nasional. Keuntungan dengan adanya unified platform seperti ini adalah semakin banyaknya jumlah penyedia jasa, semakin banyak potensi customer datang karena akan makin mudah dan murahnya produk yang tersedia.

Deskripsi Ide. Platform ini akan menyediakan fitur utama listing bagi para penyedia kue. Setiap user penyedia dapat memasukkan info detil dari produk kue yang mereka tawarkan serta berapa lama pesanan dibuat, cakupan wilayah pengiriman yang dilayani, dll. Pencari kue dapat mencari dan memesan kue langsung di dalam sistem. Pada saat pemesan membayar, uang ditahan di PesanKue, uang baru ditransfer ke pembuat kue setelah pemesan menerima kue. Ini untuk menghindarkan fraud yang mengakali sistem. Pembeli dapat memberi rating, ulasan, dan menyebarkan ke teman lain. Sistem pembayaran akan menggunakan internal e-money system, bisa pula menggunakan e-money eksternal yang ditanamkan ke sistem PesanKue.

Manfaat & Peluang. Ini bisa jadi cikal-bakal Alibaba-nya Indonesia bro... Namun tentu perlu kerja keras dan luck, terutama dalam memperkenalkannya ke masyarakat agar mau ikut dan aktif jual-beli di PesanKue. Jika sukses, kemungkinan besar kategori produk yang ditawarkan akan makin banyak, bisa masakan (sayur dan lauk pauk), pakaian, furnitur, handicraft, software, graphics design, terjemahan, dst. Namanya mungkin tidak PesanKue lagi, tapi bisa pakai pattern nama Alibaba versi Indonesia: JokoTole.

Catatan: Setelah saya tulis ide ini, saya baru membaca bahwa putra-putra Presiden Jokowi sudah membuat Madhang, aplikasi dengan konsep mirip. Bedanya dengan PesanKue ada di timing pemesanan. Kalau Madhang tampaknya lebih ke arah menjadi seller di Grab Food, sehingga ibu rumah tangga harus siap dengan barang yang dijual walaupun belum ada pembeli.


Post a Comment

0 Comments