6 Cara Mencari Pendanaan untuk Startup

Ada dua model pendanaan untuk startup yang ada: (1) penyumbang dana mendapatkan saham, dan (2) cara lama berupa hutang. Ada pula yang ketiga, yaitu (3) bantuan, hibah dan hadiah, tetapi ini kurang umum untuk bisnis yang mencari keuntungan, namun tetap memungkinkan seperti dari pemerintah atau lembaga non-profit untuk startup yang berorientasi sosial.

1 - Bootstrap selama Anda bisa

Pembiayaan bootstrap adalah cara untuk membiayai usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. Anda adalah orang yang membiayai pertumbuhan Anda dengan penghasilan dan aset Anda saat ini. Itu artinya Anda harus menggunakan semua kekuatan sendiri, mengetatkan ikat pinggang, serta menabung sebisa mungkin untuk bertahan selama mungkin.

Sebagian besar startup sukses justru memulai usaha mereka dengan bekerja sangat keras untuk mewujudkan bisnis mereka di tahap awal. Intinya adalah membangun dasar untuk ide Anda sebelum mencari dana eksternal. Pemberi dana juga biasanya tidak akan mudah membantu jika bisnis Anda belum ada bentuknya, tidak ada traction, belum teruji sama sekali. Kegigihan Anda juga akan menjadi nilai positif bagi pemilik modal.

2 - Keluarga dan teman-teman

Nasihat awal yang bagus untuk memulai adalah dengan lingkaran dalam Anda dan baru melibatkan pihak luar ketika datang waktu yang tepat. Apa artinya ini? Mulailah mencari dana dari keluarga dan teman.

Pendanaan model ini memiliki banyak sisi positif. Jika bisnis Anda menjadi besar, pihak keluarga dan teman akan menjadi bagian dari kesuksesan Anda karena mereka adalah pemegang saham paling awal. Proses untuk menjadi besar juga berlangsung nyaman karena pihak keluarga dan teman ikut merasa memiliki dan memberikan support yang tulus. Namun jika gagal, lebih mudah untuk dikomunikasikan dengan resiko lebih rendah.

Namun cara ini memang tidak bisa dilakukan oleh semua startup. Tidak semua memiliki keluarga dan teman yang mampu menyediakan dana cukup. Namun ada juga yang memang bisa. Jadi cara ini adalah opsional sebagai bagian dari strategi bertahan selama mungkin di kaki sendiri.

3 - Crowdfunding

Crowdfunding telah dengan cepat menjadi cara utama bagi pengusaha untuk mendapatkan dana untuk startup mereka. Sejak platform seperti Kickstarter dan Indiegogo muncul, platform ini telah membuka kemungkinan yang hampir tak terbatas bagi perusahaan untuk memulai bisnisnya. Namun memang ada banyak keterbatasan karena Anda harus mampu membuat kampanye dan promosi yang kuat untuk menarik pemberi dana.

Berikut 5 tempat untuk mencari crowdfunding di Indonesia: (1) Urunan dana untuk industri kreatif di kolase.com. (2) Pinjam dana untuk usaha melalui Akseleran. (3) Donasi sosial melalui kitabisa.com. (4) Melakukan aksi sosial melalui ayopeduli.id. (5) Pendanaan jangka pendek oleh GandengTangan.

4 - Bantuan dan Pinjaman dari Pemerintah

Indonesia melalui Ristek dan Dikti memiliki banyak program untuk membantu mahasiswa dan perguruan tinggi menjalankan ide startup mereka. Sifatnya bukan penyertaan saham, namun murni bantuan, tetapi tetap harus dipertanggungjawabkan. Demikian juga bagi startup di luar kampus bisa menggunakan skema bantuan dari Bekraf yang saat ini telah menjadi kementerian.

Bantuan pemerintah juga bisa dicari ke kementerian terkait misalnya startup pariwisata ke Kementerian Pariwisata. Bisa pula dari pemerintah daerah (provinsi dan kota/kabupaten) yang makin aktif mendukung startup di daerahnya masing-masing. Juga ada banyak BUMN yang ikut mendorong startup, baik dalam bentuk pendanaan atau penyediaan fasilitas.

5 - Inkubator dan Akselerator

Saat ini semakin banyak inkubator dan akselerator yang menyasar startup di Indonesia dan Asia Tenggara karena potensi pasarnya yang luar biasa. Anda bisa baca informasi lengkap dari TechInAsia untuk Indonesia yang mereka perbarui terus datanya.

Kedua jenis lembaga seperti ini memberikan segala fasilitas bagi startup Anda untuk melaju kencang. Ada yang memungut dana dari Anda, namun ada yang tidak tetapi dalam bentuk penyertaan saham di bisnis startup Anda. Jenis yang kedua biasanya membimbing Anda sampai bisnis benar-benar jalan dan berhasil. Jenis yang pertama biasanya dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

6 - Investor

Seorang investor adalah (biasanya) orang kaya atau orang yang memiliki kendali atas kumpulan aset, yang menginvestasikan uang ke dalam proyek dengan imbalan saham, yang berarti mereka bukan aktor netral dalam bisnis Anda. Investor berharap bahwa Anda menggunakan uang dengan cara yang hemat dan bijaksana, seperti untuk memperluas pangsa pasar melalui pemasaran, dan tidak membuang-buang dana untuk pengeluaran yang tidak perlu. Yang kedua, investor cukup ketat untuk menjaga agar pengembalian atas investasi mereka berjalan sesuai kesepakatan.

Ini sering membuat pengusaha startup kewalahan. Idealisme yang dibangun saat awal mendirikan startup harus berhadapan dengan kenyataan dimana para investor cukup "galak" ikut mengendalikan perusahaan. Karena sebagian investor besar menempatkan orang mereka sebagai di perusahaan Anda.

Ada beberapa macam investor, yaitu personal investor, venture capitalist, dan angel investor. Baca artikel terkait hal itu agar Anda dapat memutuskan mana opsi yang sesuai dengan startup Anda.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, ada banyak cara berbeda untuk mendapatkan dana untuk startup teknologi, dan banyak dari itu sangat bervariasi berdasarkan tingkat pengalaman dan rekam jejak Anda.

Untuk startup awal, kami sarankan bootstrap selama mungkin, sebagaimana dibuktikan oleh banyak wirausahawan sukses lainnya. Namun, ketika opsi itu tidak lagi memungkinkan atau menjadi penghambat pertumbuhan, ada beberapa opsi bagus untuk dipilih.

Diterjemahkan bebas dari:
Business Startup Funding: A Beginner’s Guide



Post a Comment

0 Comments