InvesTani: Solusi Indonesia untuk Swasembada Hasil Pertanian

Sebuah karya anak muda Indonesia yang diberi nama BantuTernak membuat saya berpikir, mestinya konsep ini bisa jadi "GoJek-nya" pedesaan. Kenapa daging sapi masih jadi barang mewah? Karena peternak yang punya sapi masih dianggap orang kaya. Walaupun mereka hanya punya beberapa ekor saja. Bagaimana bisnis peternakan sapi bisa ekonomis jika sebagian besar peternak hanya bisa punya beberapa ekor sapi peliharaan?

Konsepnya adalah mengundang investor (siapa pun, dari mana pun) untuk menginvestasikan uangnya ke peternakan sapi (di desa dan daerah terpencil). Peternak akan bisa makin besar karena ada aliran investasi. Bisnis berkembang dan potensial makin untung. Tidak semua orang bisa beternak sapi secara profesional, ini profesi dan kompetensi yang unik. Bidang ini juga adalah prioritas pemerintah Indonesia. Klop!

Saya ingin meniru konsep ini, tetapi untuk bidang lain yaitu pertanian terutama untuk produk komoditas seperti padi, kedelai, dll. Para petani kita masih dikuasai para pengijon yang mencekik leher. Wajar kalau petani kita susah menjadi sejahtera. Mereka butuh dana tetapi yang wajar. Tidak semua orang bisa bertani, ini juga profesi unik yang makin langka. Sama seperti bisnis peternakan, bisnis pertanian juga akan efisien dan profitable jika dilakukan dengan skala cukup besar. Jika hanya sepetak-dua-petak pasti hanya bisa untuk makan sehari-hari bagi petaninya.

Deskripsi Ide. Platform terbuka bagi publik untuk investasi langsung ke petani. Sistem ini akan mencari petani individu atau kelompok petani untuk dilatih dan didampingi menjadi petani profesional. Mereka disiapkan untuk menerima investasi dan mengelolanya secara profesional dan akuntabel. Keuntungan akan dibagi sesuai perjanjian. InvesTani akan bertindak sebagai fasilitator yang mempertemukan kedua kepentingan: para investor yang ingin menyalurkan uangnya ke bisnis yang menguntungkan, dan petani yang butuh pekerjaan dan bisa mengembangkan usaha semaju-majunya.

Manfaat & Peluang. Apakah ini akan menyaingi Bank BRI? Mmmmm... rasanya beda wilayah ya? Menyaingi Dinas Pertanian? Well... malah justru membantu ya? Yang jelas peluangnya cerah, jika tim InvesTani bisa solid dan diisi anak-anak muda yang kompeten dan penuh semangat, konsep ini bisa berkembang pesat. Bahkan ke depan bisa dikembangkan ke bidang pertanian lain, atau juga perkebunan (karet, kopi, dll) dan kehutanan (jati, sengon, dll).

Jika diridhoi Allh swt, konsep ini bisa menyelesaikan banyak masalah sosial di kalangan petani seperti menyusutnya jumlah lahan pertanian, larinya petani ke bidang kerja lain, dll. Bahkan program ini bisa menjadi kunci swasembada hasil pertanian di Indonesia. Karena apa? Karena semua pihak terlibat.


Post a Comment

0 Comments