Sistem Pemantauan dan Pengaturan Lalu-Lintas dengan Vehicle Locating Device (IoT)

Ide kali ini agak berat bobotnya. Namun layak dipikirkan dan dikembangkan. Bayangkan jika setiap kendaraan di kota Indonesia diwajibkan memakai alat penentu lokasi yang bisa terlacak secara real time? Di ID masing-masing locator device tersebut sudah ter-register jenis kendaraan serta dimensinya (ukuran panjang, lebar, berat, dll). Jika alat seperti ini bisa dibuat semurah mungkin, katakanlah Rp 100 ribu per alat/kendaraan, kemudian untuk jalur internet-nya dibuatkan skema tertentu dengan operator seluler (kita bahas aspek ini di artikel tersendiri), maka seluruh kendaraan di Indonesia akan terlacak keberadaan dan gerakannya.

Deskripsi Ide. Data yang didapat akan sangat berharga. Data lokasi, gerakan, kecepatan, dimensi, waktu, dari kendaraan akan dapat dianalisis dengan metode big data analytics untuk menghasilkan temuan-temuan yang sangat tajam. Tinggal dibuatkan sistem besar yang dapat memantau, menganalisis, dan memberikan rekomendasi (baik yang sifatnya seketika atau jangka panjang). Kepadatan lalu-lintas bisa dibedah sangat mendalam dengan data yang dimiliki.

Manfaat & Peluang. Pemakaian dalam jangka panjang akan menghasilkan big data yang luar biasa valuable. Dengan AI, sistem ini berpotensi besar di jangka panjang untuk menjadikan kemacetan di kota-kota besar Indonesia menjadi hilang. Ya, hilang! Bukan hanya mengurangi. Satu hal lagi, sistem yang dibuat sendiri akan mempertinggi kedaulatan data kita. Bayangkan, data traffic terlengkap Indonesia bukan milik Kementerian Perhubungan, tetapi saat ini dipunyai mutlak oleh Google (termasuk Waze yang merupakan anak perusahaannya).

Catatan: Alat murah tersebut dapat dibuat dengan basis Arduino atau Raspberry Pi yang direkayasa sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan sistem ini (konsep IoT). Produksi massal juga akan dapat menaikkan economies of scale-nya sehingga bisa menekan harga.


Post a Comment

0 Comments