TokoBaru: Toko Tanpa Kasir dan Uang Tunai Pertama di Indonesia

Terinspirasi dari Amazon Go, toko yang diklaim sebagai yang tercanggih di dunia, tidak perlu check out, pembeli hanya perlu punya akun Amazon, bawa smartphone dengan aplikasi Amazon Go, masuk toko, belanja, dan pergi. Teknologi yang dipakai sangat heavy, basisnya adalah sensor tercanggih dan deep learning serta AI. Teknologinya sudah ada, namun butuh talenta hebat dan investasi besar untuk mewujudkannya. Saya pikir, ide ini bisa dicoba di Indonesia dengan segala keterbatasan yang ada, dengan sedikit twist ini bisa diwujudkan.

Deskripsi Ide. TokoBaru membatasi fitur utamanya pada proses tanpa kasir manusia, dan tanpa uang tunai sama sekali dalam transaksi. Pembeli membawa ponsel dengan aplikasi TokoBaru online custom yang sudah berisi saldo e-money yang cukup.

Cara pertama: Ide lama adalah menggunakan RFID yang ditempel di setiap produk. Metode ini tidak efisien jika ada banyak item yang dijual di toko. Harga tag RFID juga relatif mahal dan tag akan terbawa hingga ke rumah pembeli. Namun jika tokonya tidak terlalu besar ide ini bisa dipakai. TokaBaru adalah toko sebesar Indomaret dengan item yang tidak terlalu banyak. Kemudahan RFID tag adalah pada saat checkout, kereta belanja hanya perlu berhenti sebentar di area keluar. Sensor akan menangkap semua barang yang ada di cart dan menampilkan harga yang harus dibayar di aplikasi. Koneksikan ponsel dan aplikasi TokoBaru ke alat bayar (dengan NFC). Pembeli me-review list barang yang akan dibayar. Lihat jumlah total, approve and buy. Selesai.

Cara kedua: Barcode yang dicetak di media tebal yang tidak bisa terlipat, ditempel atau digantung di setiap item. Namun kelemahan barcode adalah harus ada intervensi dari user untuk mengarahkannya ke infra red scanner. Kelemahan cara ini adalah pembeli terpaksa harus melakukan self check out dengan melakukan scanning. Angka rupiah total akan muncul di aplikasi, tinggal di review daftar barangnya, kemudian tap buy.

Cara ketiga: Cara ini adalah metode darurat karena agak sedikit ribet, yaitu menggunakan almari-almari vending machine independen yang menyimpan barang sesuai kategori. Pembeli membeli barang dari almari ini, bayar langsung dengan kartu e-money (atau aplikasi di ponsel didekatkan ke reader-nya, tap buy), masukkan barang ke cart. Tidak ada pemberhentian lagi di pintu keluar.

Manfaat & Peluang. Mungkin cara-cara ini belum secanggih Amazon Go, namun memulai adalah pondasi penting untuk terus improve dan mencari cara baru yang lebih baik. Ada banyak peluang diterapkan di berbagai jenis toko, seperti toko fashion, toko bahan bangunan, dll. Sambil mencari bentuk penerapan yang paling pas. Teknologi RFID sebagai pilihan utama dalam konsep ini juga terus berkembang terutama dalam menurunkan cost per unit tag, jadi masih bisa dicari viable technlogy yang paling sesuai.

Catatan. Pada saat ini ternyata ada pemain yang sudah menjalankan konsep toko tanpa kasir ini di Indonesia, siapa dia? Perusahaan raksasa Cina: JD.id. Tapi tampaknya perusahaan ini tidak memiliki minat untuk mencetak untuk dari toko model ini, tetapi lebih sebagai flagship store untuk kepentingan image building.

Alternatif lain adalah menggunakan teknologi seperti Standard Cognition yang murni menggunakan image recognition dari kamera yang dipasang seantero toko dan AI. Teknologi ini akan dipasang di ribuan toko di Jepang saat Olimpiade 2020 di Tokyo.


Post a Comment

0 Comments