CeritaUlang: Cara Belajar dengan Menceritakan Ulang Materi Belajar

Cara terbaik untuk belajar, menurut beberapa ahli, adalah dengan mempelajari materi belajar kemudian menceritakan ulang apa yang telah dipelajari. Prinsip ini telah diyakini oleh sebagian besar pendidik di seluruh dunia. Di sebagian besar negara bahkan telah dijadikan metode wajib dalam kurikulum, sehingga tes penguasaan materi dari suatu pelajaran dilakukan dengan maju ke depan kelas dan menceritakan ulang atau presentasi atas pengetahuan dan pengalaman mereka berkenaan dengan pelajaran.

Metode belajar ini juga sangat efektif karena memaksa siswa untuk benar-benar memahami konteks materi belajarnya. Karena akan sulit menceritakannya kembali jika tidak memahami materi. Cara ini juga mampu menimbulkan motivasi tinggi dalam diri siswa untuk menguasai materi karena tahu bahwa tes nantinya akan berupa penceritaan ulang. Secara psikologis, ini akan membuat siswa lebih fokus untuk menguasai pelajaran yang diberikan.

Namun, cara ideal ini memiliki banyak sekali kendala untuk diterapkan di kelas-kelas formal. Kenapa? Karena banyaknya jumlah siswa, terbatasanya waktu belajar formal, serta terbatasnya jumlah guru yang bisa serius dan konsisten mendampingi.

Apa "obat" yang ampuh? Ya... TEKNOLOGI. Bayangkan jika setiap siswa bisa diberikan kesempatan untuk menceritakan ulang materi pelajaran yang didapatkannya? Pasti luar biasa hasilnya.

Deskripsi Ide

Aplikasi ini menyiapkan materi belajar untuk siswa sesuai sistematika kurikulum di sekolah. Sama seperti aplikasi belajar online di ide sebelum ini. Namun di setiap materi, ada tombol untuk "cerita ulang" berupa rekaman audio. Jadi siswa menjelaskan apa yang diketahuinya kemudian menyimpannya di sistem. Guru akan melakukan pemeriksaan dan memberikan verifikasi jika penceritaan ulang telah dilakukan dan benar. Jika sudah beres maka siswa bisa lanjut belajar ke materi selanjutnya. Jika belum, maka siswa bisa kembali cerita ulang dan merekamnya.

Manfaat & Peluang

Cara ini lebih efektif dibanting cara pembelajaran online lain yang menggunakan tes tertulis pilihan ganda (yang bisa hanya menebak-nebak) atau soal essay (yang bisa copas). Namun tentu akan cukup banyak tantangannya, terutama dalam mendisiplinkan para siswa agar mau melakukannya. Namun jika tantangan ini bisa diatasi, cara ini bisa sangat manjur diterapkan.

Bisa jadi cara ini akan lebih pas diterapkan di mata pelajaran sosial seperti IPS dan sejenisnya. Namun tidak menutup kemungkinan akan bisa juga diterapkan ke Matematika dan IPA juga. Perlu dilakukan percobaan dan kajian yang lebih mendalam.

Monetizing bisa dilakukan dengan konsep berlangganan ala Netflix, fixed price per bulan dan bisa belajar sekuatnya. Peluang terbuka lebar terutama bagi para orangtua yang memiliki pandangan jauh ke depan, agar putra-putrinya tidak hanya sekedar sukses mengikuti ujian, tetapi memiliki pengertian yang mendalam atas materi pelajaran dan kemampuan komunikasi verbal yang baik.

Post a Comment

0 Comments