SatelitMini: Satelit Murah dengan Aneka Sensor IoT Pilihan Pengguna

Memanfaatkan semakin murahnya peluncuran satelit ke LEO (low earth orbit) serta makin canggihnya perkembangan teknologi IoT yang memudahkan pemantauan menggunakan sensor dari ruang angkasa (menggunakan satelit kecil yang mengorbit bumi) dan mengirimkan hasilnya secara real time ke stasiun penerima di bumi. Semakin banyak perusahaan global menawarkan satelit nano atau cube sat yang berukuran sangat kecil dan bisa dirancang untuk berbagai keperluan (seperti yang dilakukan NanoAvionics dan NASA).

Semakin ringan berat sebuah satelit, maka semakin murah biaya peluncurannya. Ada banyak perusahaan yang menyediakan jasa peluncuran satelit ke LEO saat ini (SpaceX, Rocket Lab, dll). Ketinggian LEO antara 160 sampai 2000 km di atas permukaan bumi. Harga dan paket pengurimannya juga semakin beragam disesuaikan dengan anggaran pemilik satelit. Bahkan beberapa perusahaan menyediakan paket ride sharing dimana satelit mini dari beberapa pelanggan diangkut di satu roket besar sekaligus. Ini dapat menurunkan biaya peluncuran secara signifikan karena biaya dibagi oleh banyak pelanggan. Biaya kelebihannya bisa dialokasikan untuk pembangunan stasiun penerima sinyal di bumi atau peningkatan kapabilitas satelit mini yang akan diluncurkan.

Deskripsi Ide

Idenya adalah membuat perusahaan satelit mini di Indonesia sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang spesifik. Pada dasarnya pembuatan satelit kecil di LEO sudah terjangkau teknologinya oleh perusahaan di Indonesia. Satelit menggunakan teknologi IoT (Internet of Things) yang dapat dipakai untuk berbagai keperluan. Satelit bisa berupa pemantau cuaca, keadaan permukaan bumi (darat dan laut), pergerakan transportasi, telekomunikasi, dll.

Layanan yang diberikan juga mencakup pembangunan stasiun bumi mini untuk berkomunikasi dengan satelit di luar angkasa. Juga termasuk pembuatan sistem untuk menganalisis data yang didapat dari satelit.

Satelit dibuat sesuai keperluan pengguna, kemudian setelah jadi diluncurkan memakai roket dari perusahaan lain, baik dari dalam negeri (Pusat Teknologi Roket LAPAN), atau di luar negeri seperti Rocket Lab yang diluncurkan dari Selandia Baru.

Manfaat & Peluang

Apakah ini mimpi belaka? Tidak. Teknologi satelit telah sangat tersebar luas sehingga memungkinkan bagi berbagai pihak mengembangkan satelit sendiri sesuai kemampuan teknologi dan finansial yang dimilikinya.

Ini peluang yang sangat besar bagi Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan satelit. Satelit juga sangat dibutuhkan untuk membangun negeri kita yang begitu luas dan terpisah-pisah satu sama lain.


Post a Comment

0 Comments